WARUNG YANG BUKA SETELAH TENGAH MALAM

 Warung itu hanya buka setelah tengah malam.

Tidak ada papan nama.

Tidak ada alamat.

Tidak ada lampu terang.

Hanya sebuah warung kecil di tikungan jalan yang jarang dilewati orang.

Bima menemukannya pada malam ketika ia kehilangan pekerjaan.

Ia masuk.

"Pesan apa?" tanya pemilik warung.

"Nasi goreng."

Laki-laki tua itu mengangguk.

Setelah makan, Bima hendak membayar.

"Berapa?"

"Tidak usah."

"Gratis?"

"Bayar besok."

Bima tertawa.

"Kalau saya tidak datang lagi?"

Pemilik warung menatapnya.

"Semua orang datang lagi."

Keesokan malam Bima kembali.

Ia menemukan warung itu di tempat yang sama.

Ia membayar nasi goreng kemarin.

Lalu makan lagi.

Begitu setiap malam.

Anehnya, setelah rutin makan di sana, hidup Bima mulai membaik.

Ia mendapat pekerjaan.

Kemudian naik jabatan.

Kemudian membeli rumah.

Namun setiap kali datang, pemilik warung selalu berkata:

"Bayar besok."

Sepuluh tahun berlalu.

Bima akhirnya pensiun.

Pada malam ulang tahunnya yang keenam puluh, ia datang ke warung itu untuk terakhir kalinya.

"Pak," katanya, "saya mau melunasi semuanya."

Pemilik warung tersenyum.

"Sudah waktunya."

Ia mengambil buku besar.

Di halaman paling belakang terdapat nama Bima.

Di bawahnya tertulis:

60 tahun kehidupan.

Bima membeku.

"Apa maksudnya?"

"Kamu tidak pernah makan gratis."

"Tapi saya selalu membayar."

"Ya."

"Dengan apa?"

Pemilik warung menunjuk jam dinding.

Jarumnya berhenti tepat pukul dua belas.

"Dengan waktu."

Bima melihat kedua tangannya.

Kulitnya tiba-tiba keriput.

Rambutnya memutih.

Tubuhnya terasa sangat lemah.

Pemilik warung berkata pelan,

"Setiap kali kau meminta sesuatu dari hidup, kau membayar dengan sebagian hidupmu."

Bima terbangun di pinggir jalan.

Pagi sudah tiba.

Tidak ada warung.

Tidak ada pemilik warung.

Hanya sebuah buku kecil tergeletak di sampingnya.

Di halaman terakhir tertulis:

Besok jangan datang lagi.

Bima menutup buku itu.

Untuk pertama kalinya ia menghitung sisa waktu yang dimilikinya.

Tidak banyak.

Tetapi masih ada.

Dan kali ini ia berniat menggunakannya tanpa berutang kepada siapa pun.

Postingan populer dari blog ini

KERAJAAN YANG KEHILANGAN RAJA

NAMA YANG TERTINGGAL DI BATU NISAN

SURAT DARI DIRIKU YANG BELUM LAHIR