Kenapa Kita Bisa Paham Kalimat Walau Ada Salah Ketik?
Kadang sebuah pesan berbunyi, “Aku udha sampai.” Hurufnya tertukar, tetapi kita tetap tahu maksudnya adalah “sudah”.
Otak tidak membaca setiap huruf sebagai benda yang berdiri sendirian. Kita memakai bentuk kata, urutan kalimat, topik pembicaraan, dan perkiraan makna. Kalau kesalahannya kecil dan konteksnya jelas, otak dapat menebak kata yang dimaksud.
Tetapi kemampuan menebak ada batasnya. Kalau terlalu banyak huruf salah atau kalimatnya membahas hal yang tidak dikenal, pembaca bisa kebingungan. Nama, angka, dan istilah penting juga lebih berbahaya jika salah ketik.
Jadi salah ketik memang kadang masih bisa dipahami, tetapi bukan alasan untuk malas memeriksa tulisan. Otak pembaca membantu, namun jangan disuruh bekerja terlalu keras.