Kenapa Cerita Lebih Enak Kalau Ada Paragraf?
Coba bayangkan satu cerita panjang ditulis tanpa jeda dari awal sampai akhir. Mata bisa cepat lelah dan kita susah mencari bagian tertentu.
Paragraf mengelompokkan kalimat yang membahas satu bagian atau gagasan. Ketika tempat, waktu, pembicara, atau gagasan berubah, penulis dapat memulai paragraf baru. Pembaca jadi tahu bahwa ada langkah baru dalam cerita.
Paragraf juga memberi ruang putih pada halaman. Tulisan terasa lebih ringan dan alurnya lebih mudah diikuti. Tetapi paragraf tidak perlu dibuat baru setiap satu kalimat tanpa alasan.
Aku pernah menulis panjang sekali dalam satu kotak. Setelah dibaca lagi, aku sendiri kehilangan tempat. Ternyata paragraf bukan cuma supaya halaman terlihat cantik.