Kenapa Al-Qur'an Dibaca dengan Tartil?
Membaca Al-Qur'an dengan tartil berarti membacanya dengan teratur, jelas, dan tidak tergesa-gesa. Hurufnya diberi hak sesuai cara baca yang benar.
Kalau membaca terlalu cepat, ada huruf yang bisa kurang jelas atau aturan bacaan terlewat. Tartil memberi waktu kepada lidah untuk mengucapkan huruf dari tempat keluarnya. Kita juga lebih mudah menyimak dan memahami apa yang dibaca.
Tartil bukan berarti harus dibuat sangat lambat sampai putus-putus. Bacaan tetap mengalir, tetapi tenang dan benar. Orang yang masih belajar tentu boleh pelan sambil memperbaiki bacaannya bersama guru.
Aku kadang ingin cepat selesai satu halaman. Tapi kalau hurufnya jadi berantakan, jumlah halaman banyak belum tentu lebih baik.